Sab. Jun 6th, 2026

BONE – Ajangale , Memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Majelis Zikir Para Perindu bekerja sama dengan Lembaga Tahfiz Tilawah Qur’an Raudhatul Qur’an Watampone menggelar kegiatan keagamaan yang penuh makna. Acara tersebut berlangsung pada Sabtu, 25/10/2025, di halaman rumah tokoh masyarakat Andi Sommeng, S.Pd., M.Pd., yang berlokasi di Desa Pacciro, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone.

Suasana peringatan Maulid Nabi kali ini terasa sangat khidmat dan meriah. Warga masyarakat setempat tampak antusias menghadiri kegiatan tersebut, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga generasi muda. Selain sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga Desa Pacciro.

Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri dari Lembaga Tahfiz Tilawah Qur’an Raudhatul Qur’an Watampone, dilanjutkan dengan lantunan shalawat dan dzikir bersama oleh Majelis Zikir Para Perindu. Iringan shalawat yang menggema membuat suasana semakin syahdu, menghadirkan rasa cinta yang mendalam kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.

Sebagai pembawa hikmah Maulid, panitia menghadirkan KH. Hasanuddin Alimuddin, seorang ulama kharismatik yang dikenal dengan dakwahnya yang sejuk dan penuh nasihat. Dalam ceramahnya, beliau mengajak umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, bermasyarakat, maupun dalam pekerjaan. “Cinta kepada Nabi tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam amal dan akhlak,” pesan KH. Hasanuddin Alimuddin.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakapolsek Ajangale Polres Bone, IPDA Syamsul Bahri, yang mewakili unsur aparat keamanan setempat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi yang berjalan tertib dan penuh kebersamaan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan keamanan lingkungan sebagai bentuk nyata dari semangat Islam rahmatan lil ‘alamin.

Selain ceramah dan dzikir, panitia juga menyajikan hidangan tradisional sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan. Para hadirin saling berbagi makanan sambil bercengkerama, mencerminkan semangat gotong royong yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat Desa Pacciro.

Dengan berakhirnya acara pada malam hari, masyarakat meninggalkan lokasi dengan hati yang tenang dan penuh kebahagiaan. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat keimanan serta menumbuhkan semangat meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Laporan : K**

By editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *